Kamis, 29 Desember 2011

Teknik Modularitas di PHP

Konsep modularitas dalam programming diperlukan untuk mempermudah dalam pengorganisasian script/program. Adapun prinsip dari konsep ini adalah meletakkan beberapa perintah yang menjalankan suatu tugas khusus ke dalam modul atau file script tersendiri. Setiap kali modul tersebut dibutuhkan, kita hanya menyisipkan modul tersebut ke dalam script yang sedang dibuat dengan cara memanggilnya.
Adapun cara memanggil modul dengan menggunakan perintah
include "namafilemodul";
Perhatikan gambaran penggunaan konsep modularitas berikut ini:
Misalkan Anda membuat modul dan disimpan dalam script bernama modulku.php. Selanjutnya Anda sedang membuat script tertentu katakanlah diberinama file scriptku.php. Kebetulan dalam scriptku.php Anda membutuhkan modulku.php, maka skema yang terjadi adalah:
 

Dari skema di atas, jelas tampak bahwa bila Anda memberikan perintah include "modulku.php"; dalam scriptku.php, maka akan identik dengan bila Anda menyisipkan script yang ada dalam modulku.php ke dalam scriptku.php secara manual.
 Contoh:
Dalam contoh ini kita akan menggunakan konsep modularitas untuk membuat script operasi aritmatika penjumlahan dan pengurangan dari 2 buah bilangan. Untuk input bilangannya disimpan dalam modul tersendiri, misalkan dinamakan bilangan.php. Selanjutnya modul ini akan diincludekan ke dalam script penjumlahan dan pengurangan.
bilangan.php
<?php
$bil1 = 10;
$bil2 = -5;
?>
jumlah.php
<?php
include "bilangan.php";
$hasil = $bil1 + $bil2;
echo "Hasil penjumlahannya adalah : ".$hasil;
?>
Bentuk script jumlahkan.php di atas akan identik dengan script berikut ini
<?php
$bil1 = 10;
$bil2 = -5;
$hasil = $bil1 + $bil2;
echo "Hasil penjumlahannya adalah : ".$hasil;
?>
kurang.php
<?php
include "bilangan.php";
$hasil = $bil1 - $bil2;
echo "Hasil pengurangannya adalah : ".$hasil;
?>
Script kurang.php di atas akan identik dengan
<?php
$bil1 = 10;
$bil2 = -5;
$hasil = $bil1 - $bil2;
echo "Hasil pengurangannya adalah : ".$hasil;
?>

Penerapan Teknik Modularitas
Teknik modularitas dapat dipergunakan dalam pengaturan layout halaman web supaya lebih mudah. Sebelum Anda mengenal teknik modularitas, apa yang Anda lakukan bila diminta membuat halaman web sejumlah 20 buah dengan desain layout yang sama, namun kontennya berbeda? Tentu Anda akan membuat satu buah desain template untuk layout, lalu Anda tinggal mengganti kontennya saja.
OK.. itu mudah, namun bagaimana seandainya dari 20 buah halaman web tersebut Anda ingin ubah desainnya? Tentu Anda harus mengubah semua halaman satu persatu. Bagaimana bila terdapat 100 buah halaman web dan kesemuanya Anda ingin ubah desainnya? Wah repot ya kalau satu persatu. Nah… di sinilah kita akan gunakan teknik modularitas. Dengan teknik modularitas ini, Anda dapat mengubah desain layout dari banyak halaman web dengan satu langkah saja secara cepat.
Perhatikan contoh berikut ini:
Misalkan kita buat desain layout untuk halaman web kita sebagai berikut:
<html>
<head>
<title>Halaman Webku</title>
</head>
<body background="yellow">
<h1><font face="arial">…</font></h1>
<p><font face="verdana"> … </font></p>
</body>
</html>
Nah… misalkan kita akan membuat 3 halaman web menggunakan layout di atas. Maka caranya, kita cari blok dalam HTML layout yang nantinya akan diisi dengan konten yang berbeda-beda untuk masing-masing halaman.
<html>
<head>
<title>Halaman Webku</title>
</head>
<body bgcolor="yellow">
<h1><font face="arial">…</font></h1>
<p><font face="verdana"> … </font></p>
</body>
</html>
Keterangan:
Bagian yang diblok di atas merupakan bagian tag yang nantinya akan diisi dengan konten yang berbeda-beda untuk setiap halamannya. Langkah selanjutnya, kita pindahkan tag HTML mulai bagian paling atas dari layout
sampai dengan sebelum tag yang dicetak tebal. Tag-tag tersebut kita pindahkan ke dalam modul tersendiri, misalkan dinamakan header.php
header.php
<html>
<head>
<title>Halaman Webku</title>
</head>
<body bgcolor="yellow">
Kemudian pindahkan tag setelah bagian yang dicetak tebal dalam layout sampai dengan tag terakhir ke dalam modul tersendiri dan simpan dengan nama footer.php.
footer.php
</body>
</html>
Nah… selanjutnya untuk setiap halaman yang ingin Anda buat, berikan include "header.php" dan include "footer.php";
hal1.php
<?php
include "header.php";
?>
<h1><font face="arial">Ini Halaman 1</font></h1>
<p><font face="verdana">Ini isi halaman 1. Ini isi halaman 1</font></p>
<?php
include "footer.php";
?>
hal2.php
<?php
include "header.php";
?>
<h1><font face="arial">Ini Halaman 2</font></h1>
<p><font face="verdana">Ini isi halaman 2. Ini isi halaman 2</font></p>
<?php
include "footer.php";
?>
hal3.php
<?php
include "header.php";
?>
<h1><font face="arial">Ini Halaman 3</font></h1>
<p><font face="verdana">Ini isi halaman 3. Ini isi halaman 3</font></p>
<?php
include "footer.php";
?>
Nah… dengan demikian, kita akan peroleh 3 halaman web yang pasti memiliki layout yang sama. Terus… bagaimana bila kita ingin mengubah layoutnya? Misal kita ubah warna background menjadi hijau. Yang Anda lakukan hanyalah mengedit modul header.php karena pengaturan warna background terdapat pada modul tersebut.
◄ Newer Post Older Post ►